sahabat II

Sahabat aku yang memutuskan untuk tidak berteman denganmu lagi
Sahabat aku kini sangat membenci mu
Aku benci bila kamu tak ada saat aku sedih
Aku benci saat aku tahu kamu membela laki laki itu
Sahabat kamu tak pernah tahu bahwa aku sangat menyayangimu
Kamu tak pernah tau bahwa kamu sangat berharga buat aku
Tapi kamu juga gak pernah tau bahwa hatiku terluka karena mu
Karena tingkah laku dan semua perkataan mu
Tapi sahabat….
Kini aku sangat merindukan mu
Biarpun disisi lain aku membencimu
Benci akan semua perbuatan mu yang menyakitiku
Akan kah aku harus memaafkan mu wahai sahabat
Seseorang yang pernah melukaiku
Seseorang yang pernah menelantarkanku
Seseorang yang pernah membuatku begitu terpuruk dalam hidup
Seseorang yang membuatku untuk membencinya
Aku merindukanmu sahabat
Tapi semua itu tertutup oleh rasa benciku kepadamu

Nb : buat mantan sahabat

Iklan

43 thoughts on “sahabat II

  1. Ping-balik: Perayaan Kemenangan Pak Bejo Bukan Pak Akhta « BayuPutraBioTik

  2. abiz dikecewakan sama sahabat ya?
    pasti rasanya sedih bgt ya…
    aplg dia kan org terdekat kita, jd gak shrsnya berbuat kyk gitu….hehehe
    sabar ajah ya, mbak….
    semoga kuat mghadapi semuanya….. πŸ™‚

    *mksih udah mmapir di blogkuw ya*


  3. Dari hati banget kayaknya sob..
    Yah semoga setelah hati udah tenang dan gak emosional, persahabatan kalian bisa terjalin lagi..
    ..
    Persahabatan bagai kepompong..
    πŸ˜‰
    ..

  4. Numpang baca ya non …
    ada apakah denganmu πŸ™‚
    semoga hari2mu dapat terjalani dg baik.
    semoga sahabatmu menyadari apa yg telah terjadi.
    Salam kenal ya. Terima kasih kunjungannya.

  5. jika memang sudah tak nyaman lagi, nggak usah sahabatan lagi. tapi jangan sampai memutus tali silahturahmi.cukup berteman sewajarnya. forget and forgive.
    dan itu nasehat untuk diri saya sendiri juga….
    huah….saya juga lagi mengalami hal yang sama 😦

  6. Kalau kita benci kepada orang lain, kita mengalami rugi yang ganda

    Rugi pertama: kita sudah disakiti / dirugikan oleh orang itu

    Rugi kedua: Rasa benci kita kepada orang itu membuat diri kita sakit berkepanjangan.

    Orang yang kita benci senang-senang saja. Tapi kita yang jadi stress. Di pikiran, selalu ada wajah dia. Di mimpi, ada wajah dia. Di nasi goreng, ada wajah dia. Bahkan di toilet pun, ada wajah dia.

    Padahal mungkin yang bersangkutan sudah lupa permasalahan yang kalian hadapai.

    Benci itu ibarat kita ingin orang lain mati, tapi kita yang minum racunnya.

    Oleh karena itu, lepaskan saja rasa benci itu. Jangan biarkan hidup kita dikontrol oleh rasa benci, tapi kitalah yang mengendalikan rasa benci itu. Dan jangan sampai rasa benci itu merusak sukacita hidup kita, karena suka cita itu mahal.

  7. Ping-balik: Perayaan Kemenangan Pak Bejo Bukan Pak Akhta « Bayuputra.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s