MUNAFIK

Munafik
Cuma kata itu yang bisa ku ucap
Bukan sakit atau patah hati
Melainkan ungkapan kekecewaan
Kekecewaan terhadap cinta
Cinta mu yang palsu
Dan cintaku yang sungguh amat terlalu
Mungkin kini sudah terlambat untuk mengungkap
Tapi aku kecewa dan baru kini ku tahu
Orang yang kucinta setangah mati
Ternyata hanya manusia munafik
Tuhan
Apa aku harus menyesal pernah mencintai
Orang munafik itu???
Yang bicara “A: padaku
Dan “B”pada orang lain

Iklan

60 thoughts on “MUNAFIK

  1. masih bisakah saya pertamax disini peri? atau page one aja deh. hehe…
    ngomong2 munafik, setiap orang bukannya begitu, saya juga, pernah tidak sejalan dengan apa yang saya katakan. yah, semoga semua bisa menjadi lebih baik… 😀

  2. Menurut saya, hanya Tuhan yang bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan cinta manusia. Jadi, carilah cinta Dia dahulu, baru selanjutnya cinta manusia.

    Apabila kedua pasangan sudah penuh dan puas dengan cinta Tuhan, maka barulah masing-masing bisa mengasihi pasangannya dengan Cinta yang setulus-tulusnya. Karena kedua-duanya sudah “penuh” dengan cinta Tuhan.

    Tapi kalo keduanya belum penuh dengan cinta Tuhan, akibatnya yang bermain adalah keegoisan mungkin? Yaitu memaksa pasangannya untuk memenuhi kebutuhan cintanya. Seperti, “kok kamu kurang perhatian?”, kok kamu begini, begitu, kok kamu munafik, dan kok kok yang lainnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s